Air Sumber Kehidupan

Air Sumber Kehidupan

Air merupakan sumber kehidupan. Tanpa air akan sulit bagi makhluk hidup di muka bumi ini untuk bertahan hidup. Jumlah air di bumi sesungguhnya sangat berlimpah, tapi hanya ± 0,8% yang berupa air tawar (air permukaan dan air tanah). Sisanya, ± 1,7% berupa salju dan gunung es di kutub utara dan selatan, dan ±97,5% berupa air laut. Sebuah realita bahwa air tawar sebagai penunjang kehidupan minim jumlahnya.

Minimnya jumlah air tawar yang tersedia masih harus dibagi untuk dapat memenuhi segala kebutuhan dan aktivitas yang ada di muka bumi. Secara umum dari jumlah air tawar yang tersedia sebanyak 87% untuk memenuhi sektor pertanian dan sisanya adalah untuk industri dan rumah tangga.

Bisa dibayangkan betapa terbatasnya jumlah air yang tersedia. Menjadi semakin terbatas di saat air yang telah dimanfaatkan dan menjadi limbah dibuang begitu saja tanpa dilakukan pengolahan. Kondisi ini semakin diperparah dengan peningkatan  jumlah penduduk, kegiatan pembangunan dan industri.

Eksploitasi baik dengan pengeboran atau memanfaatkan sumber mata air dilakukan secara  besar-besaran untuk mencukupi kebutuhan akan sumber daya air tanpa dilakukan upaya untuk mengisi kembali. Yang harus dihadapi kemudian adalah kenyataan bahwa muka air tanah semakin menurun, sumber mata air juga semakin berkurang debitnya. Pada akhirnya air bersih menjadi semakin sulit untuk diperoleh.

Kondisi di atas semakin diperparah lagi dengan kenyataan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi pemanasan global. Salah satu dampak dari fenomena tersebut adalah mencairnya gunung-gunung es secara ekstrim yang merupakan sumber air bersih yang selama ini mengaliri sungai-sungai di bawahnya. Dan yang terjadi kemudian adalah air berlimpah dalam suatu jangka pendek dan menjadi masa yang sulit untuk jangka panjang. Tidak ada lagi sumber air tawar yang bisa diharapkan dari cadangan gunung-gunung es.

Menyikapi kondisi di atas perlu kepedulian dari semua pihak. Bukan hanya pemerintah akan tetapi juga masyarakat secara umum, kalangan swasta, dunia usaha dan industri hingga dunia pendidikan. Semua harus bersama-sama terlibat dalam upaya melestarikan sumber air dan melakukan kegiatan konservasi sumber daya air.

Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan. Hanya dengan menanam pohon sesungguhnya kita telah melakukan upaya untuk mengisi air tanah kita. Akar tanaman mampu membuat ikatan yang kuat dengan media tanah dan kemudian memudahkan air untuk meresap ke dalam tanah.

Hal lain yang dapat kita lakukan adalah membuat lubang resapan biopori dan sumur resapan. Dua hal ini setidaknya dapat sedikit mengimbangi kegiatan kita yang selama ini hanya mengambil air tanah tanpa melakukan upaya untuk mengisi kembali.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah bahwa kita harus memulai untuk melakukan penghematan air mulai dari sekarang, di semua sektor kegiatan dan aktivitas kita.

Di sisi lain kita juga mesti berkaca, khususnya di kota-kota besar, air tawar yang dikonsumsi atau  untuk menunjang kehidupan yang lain umumnya diperoleh dengan mengolah air sungai yang notabene merupakan air limbah buangan baik kegiatan domestik, pertanian maupun industri.

Dari beberapa penelitian telah membuktikan, pengolahan air limbah menjadi air baku tidak mampu mereduksi semua bahan pencemar yang terkandung di dalamnya. Sementara bila mengkonsumsi dari air tanah umumnya telah tercemar oleh bakteri coli. Sebuah kenyataan bahwa kesehatan manusia sangat dipertaruhkan di sini.

Terakhir, mari bersama-sama kita melakukan upaya menyelamatkan sumber air kita mulai dari hal yang kecil dan sederhana. Sekecil apapun upaya itu bila dilakukan bersama-sama tentunya akan berdampak besar pada lingkungan hidup. Kita harus selalu mengingat bahwa sumber daya yang ada saat ini adalah pinjaman anak cucu kita yang harus kita jaga dan lestarikan agar mereka dapat menikmati selayaknya kita menikmatinya saat ini.

 

Air Sumber Kehidupan

About the Author: Blog Kalpataru

Ikut peduli terhadap kawasan lingkungan hidup

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.